Cara Mempertahankan Usaha pada Masa Pandemi

Telah terbukti bahwa situasi saat ini menjadi situasi tersulit bagi seluruh industri. Berkaca pada situasi pandemik saat ini, pelaku usaha pun harus menyesuaikan. Merosotnya kondisi usaha dapat diperparah jika pelaku usaha tidak mengetahui strategi yang tepat untuk bertahan dan mengembangkan usahanya pada saat ini. Dunia digital misalnya, strategi tersebut sudah tidak asing lagi bukan?


Pasalnya, dunia digital memiliki jangkauan yang luas demi memenuhi kebutuhan masyarakat. Perkembangan tersebut didukung dengan peran masyarakat. Berdasarkan riset situs HootSuite dan agensi marketing sosial We Are Social bertajuk "Global Digital Reports 2020" yang dirilis akhir Januari lalu, Indonesia masuk ke dalam 10 besar negara yang paling lama mengakses internet. Salah satu bentuk dunia digital yang memiliki dampak yang besar terhadap berbagai usaha adalah media sosial. Media sosial pun menambah ruang pemasaran yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro untuk mengembangkan bisnisnya di daerah.

Dalam pemasarannya, ada sejumlah medium yang digunakan seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan YouTube. Diantara keempatnya, Instagram masih menjadi primadona dalam dunia pemasaran karena memiliki jumlah influencer yang banyak sebesar 87%. CEO Talent Resource, Mike Heller mengatakan bahwa influencer dengan jumlah follower 20 hingga 30 juta mampu memberikan pengaruh yang lebih besar dan efektif daripada media konvensional seperti TV. Banyak usaha menggunakan jasa mereka untuk pemasaran. Mereka dipercaya memberikan efek yang besar dengan harga yang lebih murah ketimbang iklan di televisi. Salah satu alasan mengapa social media menjadi primadona dalam strategi pemasaran adalah adanya pelaku seperti influencer didalamnya. Lalu, siapa yang dimaksud dengan influencer? Bagaimana peran influencer terhadap perkembangan industri saat ini?

Secara sederhana influencer dapat dikatakan sebagai seseorang yang memiliki pengaruh yang kuat di masyarakat. Siapapun dapat menjadi influencer. Maka dari itu, banyak masyarakat yang berlomba lomba membuat konten yang menarik sehingga dapat meracuni masyarakat atau singkatnya menjadi influencer. Disamping itu, Influencer marketing merupakan salah satu strategi pemasaran dimana perusahaan mengajak seorang influencer bekerja sama untuk meningkatkan brand awareness dan penjualan sesuai dengan target pasar yang ditentukan. Namun umumnya, influencer memiliki tarif yang berbeda dalam setiap kontennya. Berikut beberapa jenis influencer menurut biaya yang ditawarkan:

Mikro

Seorang influencer mikro biasanya memiliki jumlah follower 10 ribu orang, bahkan kurang. Influencer mikro bisa menjadi alternatif untuk memasarkan usaha Anda, terutama dikondisi pandemi saat ini.

Makro

Influencer makro dikatakan jika memiliki lebih dari 100 ribu. Tentu, dengan menggunakan jasa influencer makro, tarif yang dikeluarkan pun tidaklah sedikit. Hal ini tidak jarang memunculkan presepsi masyarakat apabila menggunakan jasa influencer makro, usaha Anda terlihat lebih eksklusif.

Premium

Selain makro dan mikro, influencer juga terdapat yang masuk dalam kategori premium. Seorang premium influencer umumnya memiliki jutaan follower. Persentase pembelian produk dari rekomendasi influencer premium mungkin tidak sebesar influencer lain, namun tetap saja menjanjikan. Alasannya, jangkauan pesan dari influencer premium luar biasa luas.

Sesuai namanya, influencer dapat menjadi trend setter baik di skala kecil maupun besar. Oleh karena itu, banyak pemilik bisnis yang menggandeng influencer untuk mempromosikan produk berkat pengaruh yang luar biasa tersebut. Inilah yang kemudian dikenal dengan influencer marketing. Pada dasarnya, para pemilik usaha pun dapat menyesuaikan budget yang dimiliki untuk menentukan influencer.

Para pendiri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) misalnya. Mereka sangat perlu yang namanya promosi melalui influencer. Penggunaan influencer marketing akan mendapatkan begitu banyak manfaat. Namun, untuk menekan biaya promosi, para pendiri UMKM bisa menggunakan jasa micro influencer terlebih dahulu. Selain menekan biaya promosi, penggunaan micro-influencer juga akan jauh lebih efektif dibandingkan menggunakan macro-influencer. Bahkan, sebuah studi menunjukkan bahwa kemungkinan konsumen membeli produk dari rekomendasi influencer mikro mencapai 82%. Berbekal loyalitas followers yang lebih tinggi dibandingkan dengan macro-influencer, akan lebih baik apabila UMKM menggunakan micro-influencer untuk berpromosi.

Sebenarnya pelaku usaha bisa saja menggunakan jasa macro influencer secara langsung. Namun, harus tetap memikirkan tingkat efektifitas yang bisa dicapai. Pelaku usaha harus sangat teliti sebelum memilih macro-influencer. Jangan sampai kamu malah buang-buang budget promosi hanya untuk membayar influencer ternama. Banyak hal yang harus dipikirkan, di antaranya adalah penyelarasan brand image serta pemilihan konten. Nyatanya, terkadang memanfaatkan jasa micro influencer tidaklah selalu berhasil. Ini dikarenakan penempatan konten dengan influencer yang tidak tepat. Macro influencer ini memiliki audience yang sangat luas dan berasal dari semua kalangan. Oleh karena itu, tidak jarang seorang macro influencer dengan berani mengambil semua tawaran promosi dan memberi konten marketing dengan embel-embel ‘Brand Favorit’. Salah satu bentuk promosi yang ditawarkan misalnya melalui Instagram Stories. Waktu yang ditawarkan pun tidaklah Panjang dengan harga yang cukup fantastis.

Recent Posts
Contact Us
Our Address

Colony Digital

Wu Hub - Wirausaha Building

Jl. HR Rasuna Said Kav. C5-6

South Jakarta

Indonesia -12920

Chat Us

0811 218 7007

Message Us

Copyright © 2020 Wificolony. All Rights Reserved.

  • Facebook Social Icon
  • Instagram_icon
  • LinkedIn Social Icon

Proudly created with      from Indonesia