Strategi Marketing WiFi untuk Bisnis Salon atau Klinik Kecantikan

Siapa sih yang tidak ingin terlihat cantik dan senantiasa awet muda? Mulai dari gadis remaja hingga oma yang bercucu, semuanya tentu mendambakan kecantikan yang terjaga sepanjang masa. Itulah sebabnya, kini mulai marak bisnis salon kecantikan di seluruh dunia.

Tidak hanya di Korea Selatan atau Jepang yang setiap warganya sudah lekat dengan klinik atau salon kecantikan, di Indonesia kini juga mulai menjamur pelayanan kecantikan “from head to toe”. Sebagai pemilik bisnis kecantikan, Anda perlu memiliki strategi efektif untuk menarik lebih banyak pelanggan. Salah satunya dengan marketing Wi-Fi. Ingin tahu lebih dalam lagi? Berikut ulasannya:

1. Memberikan masa tunggu antrian yang menghibur

Seperti diketahui, saat menunggu antrian di salon atau klinik kecantikan, rasa bosan kerap melanda para pelanggan. Menempatkan rak majalah, buku, atau koran mungkin bisa menghibur. Tapi perlu diingat, bahwa tidak semua wanita senang membaca.

Anda perlu memasang marketing Wi-Fi yang gratis dengan koneksi stabil dan cepat agar para pengunjung atau pelanggan tetap terhibur selama menunggu antrian. Mereka bisa memutar video lucu atau menyaksikan video tutorial make up dan perawatan tubuh lainnya yang menambah inspirasi kecantikan.

2. Menganalisa data statistik pelanggan

Keuntungan lain menawarkan Wi-Fi gratis kepada para tamu atau pelanggan bisnis kecantikan Anda adalah bisa mengumpulkan data statistik tentang pelanggan. Data ini sangat penting untuk membantu mengembangkan bisnis agar lebih sukses.

Informasi yang masuk dari marketing Wi-Fi akan sangat bermanfaat untuk membuat keputusan terbaik tentang bisnis Anda. Misalnya, data tentang apa yang pelanggan Anda pikirkan tentang bisnis Anda, dan bagaimana kinerja salon kecantikan agar bisa membuat pengalaman perawatan kecantikan yang lebih baik.

3. Menawarkan promosi via email

Memberikan Wi-Fi gratis untuk bisnis kecantikan juga memberikan keuntungan untuk membangun database pemasaran via email para pelanggan atau klien. Hal ini bisa dicapai hanya dengan mengharuskan pelanggan memasukkan alamat email agar terhubung ke Wi-Fi. Anda bisa membuat daftar kontak yang lebih banyak dan menciptakan loyalitas pelanggan dengan menawarkan promosi atau penawaran melalui email. Agar lebih praktis, Anda cukup membuat daftar pelanggan, dan email dapat dikirimkan secara otomatis ke semua pelanggan Anda.

4. Meningkatkan jumlah pengikut media sosial

Di era milenial, setiap orang tentu memiliki media sosial. Terlebih lagi untuk bisnis salon atau klinik kecantikan yang Anda miliki. Agar media sosial bisnis bisa berkembang pesat, buatlah metode login ke Wi-Fi dengan cara mengeklik “follow” di akun media sosial bisnis Anda.

Hal ini akan meningkatkan jumlah pengikut dan memberi ulasan yang positif untuk citra perusahaan. Anda juga dapat menawarkan promosi atau diskon di akun media sosial. Karena Anda juga memiliki akun media sosial para pelanggan, Anda akan lebih mudah menggunakan data statistik pelanggan untuk memberikan promosi yang lebih relevan sesuai target pasar.

5. Konektivitas

Kebanyakan pelanggan salon atau klinik kecantikan, senantiasa menggunakan smartphone atau tablet mereka untuk mengakses email atau menelusuri media sosial. Jadi, manfaatkan kesempatan ini dengan memberikan Wi-Fi gratis.

Dengan Wificolony Anda bisa menawarkan marketing Wi-Fi yang reliable dan stabil untuk mengembangkan bisnis Anda dan mempertahankan loyalitas pelanggan setiap hari. Ketika Anda menyediakan Wi-Fi gratis bagi pelanggan,

Anda juga mendapatkan berbagai keuntungan yang bermanfaat untuk menghasilkan bisnis berkelanjutan bagi pelanggan. Hubungi tim Wificolony untuk meningkatkan solusi Wi-Fi gratis pada bisnis Anda.

Recent Posts
Contact Us
Our Address

Colony Digital

Wu Hub - Wirausaha Building

Jl. HR Rasuna Said Kav. C5-6

South Jakarta

Indonesia -12920

Chat Us

0811 218 7007

Message Us

Copyright © 2020 Wificolony. All Rights Reserved.

  • Facebook Social Icon
  • Instagram_icon
  • LinkedIn Social Icon

Proudly created with      from Indonesia