Membangun Bisnis yang Fokus pada Konsumen

Semua bisnis didirikan dengan tujuan untuk terus tumbuh, berkembang dan menghasilkan keuntungan bagi mereka yang terlibat di dalamnya. Salah satu cara penting yang harus dipahami oleh semua pengusaha adalah membangun bisnis yang customer centric.

Membangun Bisnis yang Fokus pada Konsumen | Wificolony

Bisakah Anda membayangkan ketika produk yang Anda luncurkan sesuai dengan target pasar Anda? Tidak ada komplain. Tidak ada keluhan dan semua orang yang membeli produk Anda merasa puas. Hal ini memang mustahil untuk dilakukan. Tapi dengan bisnis yang customer centric, Anda bisa untuk –setidaknya selangkah lebih dekat dengan target ideal ini. Caranya adalah dengan memahami siapa pelanggan Anda, apa yang mereka butuhkan dan harapkan dari bisnis Anda.

Jika Anda ingin mewujudkannya, ada beberapa langkah yang bisa diikuti. Apa saja?

1. Komitmen untuk Berubah

Bisnis yang customer centric atau berbasis pelanggan membutuhkan komitmen di semua tingkat dalam bisnis. Artinya, semua departemen harus siap dan diberdayakan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan. Dukungan dari pimpinan adalah kunci dan bagaimana mereka mengambil tindakan dan mendukung upaya karyawan akan sangat menentukan keberhasilan Anda dalam membentuk bisnis yang customer centric.

2. Tentukan Siapa Pelanggan Ideal Anda

Bisnis tidak bisa fokus pada terlalu banyak jenis pelanggan. Lebih efektif kalau Anda bisa berkonsentrasi dan menentukan siapa yang Anda anggap sebagai pelanggan ideal. Secara sederhana, dengan memahami siapa pelanggan ideal Anda, Anda tahu apa masalah mereka dan tahu bagaimana caranya untuk membantu mereka.

3. Identifikasi Apa yang Jadi Kekuatan dan Kelemahan Anda

Anda bisa mengumpulkan feedback dari pelanggan dengan berbagai cara termasuk dengan melakukan survei, wawancara atau group fokus. Anda juga bisa mengumpulkan umpan balik dari situasi-situasi yang berbeda. Termasuk ketika mereka melakukan transaksi penting, setelah Anda menggelar acara atau saat pelanggan memutuskan berhenti berlangganan email bisnis Anda.

Dengan berbagai variasi yang tersedia, Anda bisa menemukan masalah kecil yang ada, mengidentifikasi masalah dan tren yang lebih besar dan kompleks dengan menganalisis data agregat. Beberapa pakar percaya bahwa untuk membentuk bisnis yang berpusat pada pelanggan adalah dengan melibatkan pelanggan serta mendengarkan apa yang menjadi suara mereka.

4. Ambil Tindakan

Setelah Anda mengidentifikasi apa yang menjadi masalah dan kesulitan, maka langkah lanjutan yang harus dilakukan untuk menanganinya. Masalah yang membutuhkan perhatian segera harus diupayakan untuk diselesaikan secepat mungkin. Masalah yang lebih kompleks harus dibereskan secara bertahap sesuai dengan fleksibilitas bisnis. Di awal, ini mungkin akan terasa mudah namun lama-kelamaan Anda akan merasakannya semakin sulit dilakukan.

5. Jangan Lupa Tersenyum dan Jangan Bosan Melakukannya

Setiap proyek baru memerlukan kreativitas, termasuk saat Anda ingin membangun bisnis yang berbasis pada pelanggan. Di awal, Anda mungkin akan mudah melakukannya dan menyaksikan sendiri kemajuannya. Namun seiring dengan berjalannya waktu, apa yang Anda lakukan hari ini mungkin tidak memiliki dampak yang sama lagi.

Di sinilah poin pertama yakni memiliki komitmen untuk berubah itu berperan. Budaya yang berpusat pada pelanggan tidak dibangun dalam semalam. Ada kerja keras, waktu dan kedisiplinan tinggi untuk mewujudkannya.

Meski belum sempurna, tapi apa yang Anda dan karyawan Anda capai untuk mewujudkannya layak dirayakan. Ini bisa menjadi bahan bakar yang akan semakin mendekatkan Anda pada tujuan. Ketika nanti Anda sudah berhasil, Anda akan melihat lagi ke belakang dan menyadari bagaimana kerja keras Anda untuk mencapainya.


Recent Posts